Lingkungan 2 menit baca 7 dilihat

Pemprov DKI Operasikan RDF Rorotan Pascadampak Longsor Bantargebang

Arumi Nasha Razeta
11 March 2026 17:47 WIB

11 Mar 2026 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Jakarta Utara untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah setelah terjadinya longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Langkah ini dilakukan agar layanan pengangkutan dan pengolahan sampah dari wilayah ibu kota tetap berjalan meskipun sebagian area di Bantargebang masih dalam proses penataan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan RDF Rorotan mulai dioperasikan pada Selasa (10/3) dengan kapasitas awal sekitar 300 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga sekitar 750 ton per hari dalam pekan ini untuk membantu mengurangi beban pengiriman sampah ke Bantargebang.

Pengoperasian fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah daerah menyusul insiden longsor tumpukan sampah di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3). Longsoran terjadi di salah satu zona penimbunan dan menyebabkan korban jiwa serta gangguan operasional di lokasi tersebut, sehingga sebagian area harus ditutup sementara untuk proses evakuasi dan penataan ulang.

Pemprov DKI menyatakan pengolahan sampah di Rorotan diharapkan dapat menahan peningkatan volume sampah yang biasanya mencapai sekitar 7.400 hingga 8.000 ton per hari dari seluruh wilayah Jakarta. Dengan pengoperasian fasilitas tersebut, sebagian sampah akan diproses menjadi bahan bakar alternatif sehingga tidak seluruhnya dikirim ke Bantargebang.

Selain pengoperasian RDF Rorotan, pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian distribusi sampah di Bantargebang dengan memanfaatkan zona lain yang masih beroperasi serta menyiapkan lokasi penampungan sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pengelolaan sampah tetap berjalan selama proses pemulihan di zona yang terdampak longsor.

Fasilitas RDF Rorotan sendiri dibangun sebagai bagian dari upaya jangka menengah pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang. Melalui teknologi pengolahan tersebut, sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh industri, sekaligus menekan volume timbunan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan kapasitas pengolahan di RDF Rorotan akan terus ditingkatkan hingga sekitar 1.000 ton sampah per hari dalam tahap operasional berikutnya. Pemerintah daerah juga menargetkan pemulihan operasional di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu sekitar satu pekan setelah proses penataan dan penanganan dampak longsor selesai dilakukan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
sampah di bantargebang rorotan rdf pengolahan tersebut
Bagikan Artikel