11 Mar 2026 - Penyebaran kasus campak di Indonesia menjadi perhatian otoritas kesehatan setelah laporan temuan kasus di Australia yang diduga terkait dengan perjalanan dari Indonesia. Kementerian Kesehatan menyatakan koordinasi lintas negara dilakukan setelah otoritas kesehatan Australia mengidentifikasi sejumlah pasien campak dengan riwayat perjalanan dari Jakarta pada Februari 2026.
Laporan tersebut muncul setelah otoritas kesehatan Australia Barat mengeluarkan peringatan kesehatan menyusul temuan dua kasus campak pada penumpang yang melakukan perjalanan dari Indonesia ke Australia. Salah satu kasus melibatkan perempuan berusia 18 tahun yang terbang dari Jakarta ke Perth pada 7–8 Februari 2026 dan menunjukkan gejala ruam setibanya di Australia sebelum akhirnya dinyatakan positif melalui pemeriksaan PCR. Kasus lain melibatkan seorang anak berusia enam tahun yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Sydney dan juga terkonfirmasi positif campak.
Kementerian Kesehatan menyatakan telah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme International Health Regulation (IHR) terkait temuan tersebut. Pemerintah Indonesia kemudian memperkuat koordinasi dengan otoritas kesehatan Australia serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan respons penanganan dilakukan sesuai prosedur internasional.
Di dalam negeri, peningkatan kewaspadaan dilakukan karena kasus campak masih ditemukan di sejumlah wilayah. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga minggu ketujuh tahun 2026 tercatat sekitar 8.224 kasus suspek campak dengan 572 kasus terkonfirmasi laboratorium dan empat kematian. Kasus tersebut tersebar di sejumlah daerah dengan beberapa wilayah melaporkan kejadian luar biasa (KLB) campak.
Pada tahun sebelumnya, Indonesia juga mencatat jumlah kasus yang cukup tinggi. Sepanjang 2025 dilaporkan lebih dari 63 ribu kasus suspek campak dengan sekitar 11 ribu kasus terkonfirmasi dan puluhan kematian. KLB campak tercatat terjadi di puluhan kabupaten dan kota di berbagai provinsi, termasuk Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Merespons perkembangan tersebut, Kementerian Kesehatan memperkuat sistem surveilans nasional serta mempercepat program imunisasi campak-rubela di sejumlah wilayah dengan cakupan vaksinasi yang masih rendah. Pemerintah juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri kemungkinan rantai penularan serta memastikan tidak terbentuk klaster baru.
Selain itu, pengawasan kesehatan di pintu masuk negara diperketat melalui skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional. Otoritas kesehatan juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi disertai ruam serta memastikan status imunisasi campak telah lengkap sesuai jadwal nasional.
Hingga 11 Maret 2026, pemerintah menyatakan belum menetapkan status kejadian luar biasa campak secara nasional. Namun pemantauan kasus terus dilakukan melalui sistem surveilans penyakit menular di seluruh daerah serta koordinasi dengan lembaga kesehatan internasional guna mencegah penyebaran lebih luas lintas negara.
Penyebaran Kasus Campak di Indonesia Meluas hingga Australia
Arumi Nasha Razeta
11 March 2026 17:48 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
kesehatan
kasus
campak
di
australia
indonesia
2026