Internasional 2 menit baca 8 dilihat Featured

AS Hancurkan 16 Kapal Ranjau Iran di Selat Hormuz

Arumi Nasha Razeta
11 March 2026 17:45 WIB

11 Mar 2026 - Militer Amerika Serikat menghancurkan 16 kapal penyebar ranjau milik Iran di perairan dekat Selat Hormuz dalam sebuah operasi militer pada Selasa (10/3), menurut pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Operasi tersebut dilakukan setelah muncul laporan intelijen yang menyebutkan adanya persiapan Iran untuk menempatkan ranjau laut di jalur pelayaran strategis tersebut.

CENTCOM menyatakan pasukan AS menyerang sejumlah aset angkatan laut Iran, termasuk 16 kapal kecil yang diduga digunakan untuk menebar ranjau di sekitar Selat Hormuz. Serangan dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mencegah gangguan terhadap jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi militer apabila menempatkan ranjau di selat tersebut. Dalam pernyataannya di media sosial, ia menyebut sejumlah kapal penebar ranjau Iran telah dihancurkan dan operasi militer akan terus dilakukan terhadap kapal yang mencoba melakukan penambangan laut di wilayah itu.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi selat sempit tersebut setiap hari. Ketegangan militer di kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran terhadap keamanan distribusi energi internasional serta memicu fluktuasi harga minyak dunia.

Menurut laporan sejumlah pejabat Amerika Serikat, kapal-kapal yang dihancurkan termasuk jenis kapal kecil yang mampu membawa dua hingga tiga ranjau laut dan dapat menyebarkannya dengan cepat di perairan sempit. Model operasi seperti itu merupakan bagian dari strategi angkatan laut Iran untuk mengganggu lalu lintas kapal di kawasan Teluk Persia.

Militer AS juga menyatakan operasi terhadap kapal penyebar ranjau masih berlanjut seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa ranjau laut dapat ditempatkan di jalur pelayaran internasional tersebut. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah ranjau yang telah ditempatkan di perairan Selat Hormuz.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak serangkaian serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu. Situasi tersebut menyebabkan aktivitas pelayaran tanker di Selat Hormuz berkurang tajam, sementara sejumlah negara dan perusahaan energi memantau perkembangan keamanan di kawasan tersebut.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
di kapal ranjau iran selat militer tersebut
Bagikan Artikel