11 Mar 2026 - Pemerintah menyatakan optimistis perekonomian Indonesia tetap mampu bertahan di tengah gejolak pasar global yang dipicu kenaikan harga komoditas energi, fluktuasi nilai tukar, serta ketidakpastian geopolitik. Keyakinan tersebut disampaikan otoritas ekonomi seiring stabilitas sejumlah indikator makroekonomi yang dinilai masih terjaga.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut fundamental ekonomi domestik dinilai cukup kuat untuk meredam dampak tekanan eksternal. Stabilitas makroekonomi, konsumsi rumah tangga yang tetap tumbuh, serta aktivitas investasi yang berlanjut menjadi faktor utama yang menopang kinerja ekonomi nasional. Pemerintah juga menilai berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan selama beberapa tahun terakhir telah memperkuat daya tahan ekonomi terhadap gejolak global.
Sejumlah indikator menunjukkan tren positif. Indeks keyakinan konsumen tercatat mengalami peningkatan, sementara aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansif berdasarkan indikator Purchasing Managers Index (PMI). Di sisi lain, inflasi dinilai masih berada dalam kisaran yang terkendali dan nilai tukar rupiah relatif stabil meski menghadapi tekanan pasar global.
Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 dapat mencapai sekitar 5,4 persen. Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan momentum pemulihan ekonomi domestik, peningkatan investasi, serta konsumsi masyarakat yang masih menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto.
Di tengah dinamika global, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Salah satunya melalui penguatan belanja negara dan subsidi energi guna meredam dampak lonjakan harga minyak dunia yang belakangan melampaui asumsi awal anggaran. Pemerintah juga menyiapkan penyesuaian kebijakan fiskal apabila tekanan harga energi global berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, otoritas ekonomi terus memantau pergerakan pasar keuangan dan kondisi eksternal yang dapat mempengaruhi stabilitas domestik. Koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, serta lembaga keuangan lainnya disebut terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memastikan arus investasi tetap terjaga.
Data pertumbuhan ekonomi sebelumnya menunjukkan perekonomian Indonesia masih berada di jalur ekspansi. Pertumbuhan produk domestik bruto sepanjang tahun sebelumnya tercatat di atas lima persen, didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor sejumlah komoditas utama.
Hingga awal Maret 2026, pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar global, termasuk dinamika harga energi dan arus modal internasional. Otoritas ekonomi menegaskan berbagai instrumen kebijakan fiskal, moneter, serta sektor riil tetap disiapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tahan Gejolak Pasar Global
Arumi Nasha Razeta
11 March 2026 03:29 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
ekonomi
pemerintah
global
di
stabilitas
masih
pasar