11 Mar 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini di tengah meningkatnya tekanan pasar global. Berdasarkan data pasar valuta asing, rupiah tercatat melemah hingga kisaran Rp17.001–Rp17.019 per dolar AS sebelum kembali bergerak di bawah level tersebut dalam perdagangan selanjutnya.
Pergerakan tersebut terjadi setelah mata uang domestik mengalami pelemahan sekitar 0,45 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp16.925 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya sentimen “risk off” di pasar keuangan global yang membuat investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS.
Lonjakan harga energi dunia menjadi salah satu faktor utama yang memicu gejolak pasar. Harga minyak mentah global dilaporkan meningkat tajam hingga melampaui 100 dolar AS per barel, yang memicu kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi global serta tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor harga energi, dinamika geopolitik internasional juga disebut turut memberikan tekanan pada pasar keuangan. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dan meningkatnya ketidakpastian global mendorong penguatan indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia. Dalam kondisi tersebut, mata uang di kawasan Asia juga mengalami pergerakan yang bervariasi, dengan beberapa mata uang tercatat melemah terhadap dolar AS.
Pemerintah dan otoritas moneter menyatakan terus memantau perkembangan nilai tukar di pasar keuangan. Bank Indonesia sebelumnya menegaskan akan mengintensifkan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing, transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian surat berharga negara di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas rupiah.
Kementerian Keuangan juga menilai pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi kondisi global dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi domestik. Otoritas ekonomi menyatakan koordinasi antara pemerintah dan bank sentral terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan serta memastikan likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga.
Sejumlah indikator ekonomi domestik dinilai masih relatif stabil, termasuk tingkat cadangan devisa yang berada pada kisaran ratusan miliar dolar AS serta arus modal asing yang tetap masuk ke pasar keuangan domestik. Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu meredam volatilitas di pasar valuta asing.
Hingga pertengahan pekan ini, otoritas ekonomi menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar global dan pergerakan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia bersama pemerintah juga menyiapkan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar internasional.
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS di Tengah Gejolak Global
Arumi Nasha Razeta
11 March 2026 03:33 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
di
pasar
dolar
as
global
rupiah
keuangan