Ekonomi 2 menit baca 11 dilihat Featured

Rupiah Berpotensi Melemah Dipicu Dinamika Dolar dan Geopolitik Global

Arumi Nasha Razeta
12 March 2026 16:03 WIB

12 Mar 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis seiring dinamika penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi sentimen pelaku pasar keuangan.

Berdasarkan data pasar valuta asing, rupiah sebelumnya ditutup melemah sekitar 23 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp16.886 per dolar AS. Pada perdagangan hari ini, mata uang domestik diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Indeks dolar tercatat naik tipis di pasar global, sementara sejumlah mata uang negara berkembang mengalami tekanan seiring perubahan sentimen investor terhadap risiko global.

Tekanan terhadap mata uang regional juga dipengaruhi perkembangan geopolitik internasional, terutama ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu volatilitas pasar keuangan global. Eskalasi konflik dan gangguan pada jalur perdagangan energi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia dan memicu penguatan dolar AS.

Sejumlah analis valuta asing menyebut dinamika geopolitik tersebut mendorong pelaku pasar beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah. Selain itu, ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga memengaruhi pergerakan mata uang global.

Di sisi lain, kondisi pasar komoditas energi turut menjadi faktor eksternal yang memengaruhi nilai tukar. Kenaikan harga minyak dunia yang melampaui 100 dolar AS per barel meningkatkan kekhawatiran inflasi global serta beban impor energi bagi sejumlah negara, termasuk di kawasan Asia.

Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan rupiah juga menunjukkan volatilitas seiring perubahan sentimen pasar internasional. Sejumlah mata uang Asia tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar AS akibat ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kehati-hatian investor.

Di dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati perkembangan indikator ekonomi serta respons kebijakan otoritas moneter terhadap dinamika global. Bank Indonesia dan otoritas terkait terus memantau pergerakan pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah perubahan kondisi eksternal.

Memasuki perdagangan Kamis pagi, rupiah terpantau bergerak fluktuatif di pasar valuta asing domestik dengan pelaku pasar menunggu perkembangan lanjutan dari dinamika dolar AS serta perkembangan geopolitik global yang memengaruhi sentimen perdagangan.

Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta

Administrator di Berita Trending

Kata Kunci
dolar pasar global as terhadap di rupiah
Bagikan Artikel