11 Mar 2026 - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak negara mencapai Rp245,1 triliun hingga akhir Februari 2026. Angka tersebut tercatat pada laporan APBN Kita edisi Maret 2026 yang dirilis Direktorat Jenderal Pajak pada Rabu sore, 11 Maret 2026.
Penerimaan pajak tersebut mencakup pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, serta pajak lainnya yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak. Realisasi ini setara dengan 15,2 persen dari target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1.610,8 triliun. Pertumbuhan penerimaan pajak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 8,7 persen secara year-on-year.
Komponen utama penyumbang penerimaan berasal dari Pajak Penghasilan Non Migas yang tercatat Rp128,4 triliun atau tumbuh 9,2 persen dibandingkan Februari 2025. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah menyumbang Rp89,7 triliun dengan pertumbuhan 7,5 persen. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan serta pajak perdagangan internasional memberikan kontribusi tambahan sesuai proporsi masing-masing.
Realisasi ini terjadi di tengah pemulihan aktivitas ekonomi pasca-libur Tahun Baru dan Lebaran tahun sebelumnya serta implementasi kebijakan perpajakan terbaru. Direktorat Jenderal Pajak mencatat peningkatan kepatuhan wajib pajak badan dan orang pribadi melalui program pengungkapan sukarela serta penegakan hukum terhadap kasus-kasus kepatuhan. Selain itu, penerimaan dari sektor perdagangan elektronik dan platform digital juga terus meningkat seiring pengawasan transaksi lintas batas.
Meski demikian, realisasi penerimaan pajak hingga Februari masih berada di bawah rata-rata historis periode dua bulan pertama tahun anggaran. Faktor musiman seperti penurunan aktivitas bisnis di awal tahun serta penyesuaian tarif tertentu menjadi penyebab utama. Pemerintah tetap menargetkan pencapaian target tahunan melalui optimalisasi basis pajak dan penguatan administrasi perpajakan.
Hingga Rabu malam, 11 Maret 2026, Kementerian Keuangan menyatakan data tersebut bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring masuknya laporan SPT serta pembayaran pajak periode Maret. Direktorat Jenderal Pajak berencana menggelar rapat evaluasi bulanan dengan kantor wilayah untuk memastikan tren penerimaan tetap positif menuju kuartal pertama 2026.
Penerimaan Pajak Negara Capai Rp245,1 Triliun hingga Februari 2026
Arumi Nasha Razeta
11 March 2026 17:43 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
pajak
penerimaan
2026
serta
triliun
tahun
hingga