2 Mar 2026 - Sebanyak sekitar 58.000 jemaah umrah asal Indonesia terdampak penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah akibat eskalasi situasi keamanan regional. Penutupan tersebut menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan dari dan menuju Arab Saudi, sehingga mengganggu jadwal kepulangan maupun keberangkatan jemaah.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) Kementerian Agama, tercatat 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi per 1 Maret 2026. Kondisi ini muncul menyusul penutupan ruang udara di beberapa negara Timur Tengah, termasuk akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026, yang memicu penyesuaian rute penerbangan oleh sejumlah maskapai internasional.
Penutupan ruang udara tersebut berdampak pada operasional bandara utama di kawasan, seperti Jeddah dan Madinah, sehingga banyak penerbangan umrah mengalami keterlambatan atau pembatalan. Di Indonesia, beberapa bandara seperti Soekarno-Hatta, Juanda, dan I Gusti Ngurah Rai mencatat penyesuaian jadwal penerbangan internasional rute Timur Tengah, termasuk pembatalan sejumlah penerbangan. Pemerintah melalui Kementerian Agama menyatakan bahwa persiapan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal dan belum terdampak.
Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan ditempatkan di tiga titik bandara utama, yaitu Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini bertujuan memastikan pendampingan dan koordinasi optimal bagi jemaah yang mengalami perubahan jadwal penerbangan. Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyatakan bahwa tim tersebut siaga untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau penundaan lebih lanjut.
Pemerintah Indonesia juga mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan demi mempertimbangkan kondisi keamanan yang belum menentu. Jemaah yang berada di Arab Saudi diminta tetap tenang, berkoordinasi dengan petugas, dan mengikuti informasi resmi dari perwakilan RI serta otoritas setempat.
Hingga 2 Maret 2026 pagi, pemantauan terhadap jemaah terus dilakukan secara intensif. Situasi di Arab Saudi dilaporkan relatif terkendali meski operasional penerbangan masih terbatas di beberapa wilayah. Pemerintah memastikan prioritas utama adalah keselamatan dan kenyamanan jemaah selama proses mitigasi berlangsung.
58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Terdampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Arumi Nasha Razeta
02 March 2026 03:48 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
jemaah
di
penerbangan
umrah
indonesia
penutupan
2026